Dihadapkan Tantangan Fiskal 2026, SDK Tetap Pasang Target Tinggi untuk Sulbar
- account_circle mekora.id
- calendar_month 1 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MAMUJU, Mekora.id — Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar) Suhardi Duka (SDK) menunjukkan sikap optimistis di tengah tekanan fiskal yang diprediksi akan dihadapi pemerintah daerah pada tahun 2026. Keyakinan itu ia sampaikan saat memimpin Upacara Hari Kesadaran Nasional yang dirangkaikan dengan Hari Desa Nasional 2026 tingkat Provinsi Sulbar, Senin, 19 Januari 2026.
SDK tak menampik bahwa 2026 menjadi periode yang tidak mudah bagi pemerintah daerah, termasuk pemerintah desa. Berkurangnya transfer dana dari pemerintah pusat menjadi tantangan nyata yang harus dihadapi bersama.
“Kita semua sadar, 2026 ini bukan tahun yang baik-baik saja bagi pemerintah daerah di seluruh Indonesia, termasuk kepala desa. Tapi saya yakin, tidak ada orang yang kuat kalau tidak pernah menghadapi tantangan,” ujar Suhardi Duka di hadapan peserta upacara.
Ia mengungkapkan, pengurangan dana transfer pusat ke Sulawesi Barat mencapai sekitar Rp1 triliun, termasuk alokasi yang sebelumnya diterima kabupaten dan desa. Meski demikian, Gubernur menegaskan tidak akan menurunkan target pembangunan daerah.
“Saya tidak menurunkan target pertumbuhan ekonomi dan penurunan angka kemiskinan. Saya percaya pejabat Eselon II dan para kepala desa punya semangat dan komitmen yang kuat,” tegasnya.
Pada 2026, Pemerintah Provinsi Sulbar memasang target pertumbuhan ekonomi di kisaran 5,5 hingga 6 persen. Dengan capaian tersebut, SDK optimistis angka kemiskinan dapat ditekan hingga turun satu persen.
“Kalau kita bisa menurunkan kemiskinan satu persen saja, itu bukan cuma prestasi pemerintahan, tapi juga bernilai ibadah,” ucapnya, disambut tepuk tangan peserta upacara.
SDK juga mengingatkan ASN dan kepala desa untuk menjadikan Hari Kesadaran Nasional sebagai momentum memperkuat tanggung jawab moral dalam menjalankan pemerintahan dan pelayanan publik.
“Saudara-saudara adalah orang-orang terbaik dan terpilih untuk memimpin provinsi yang kita cintai ini. Yakini itu,” pesannya.
Khusus kepada para kepala desa, Suhardi Duka mengucapkan selamat Hari Desa Nasional 2026 yang kedua. Ia mengakui adanya penyesuaian anggaran desa, termasuk penarikan dana sekitar Rp500 juta per desa per tahun, namun meminta para kepala desa tetap bersabar dan fokus pada agenda strategis nasional.
“Sabar. Meski dana itu ditarik, yakinlah akan kembali ke desa dalam bentuk pembangunan dan penguatan ekonomi. Salah satunya melalui Koperasi Merah Putih,” katanya.
Menurut SDK, Koperasi Merah Putih merupakan instrumen penting untuk pemerataan ekonomi dan penguatan ekonomi desa. Ia menekankan peran sentral kepala desa dalam memastikan program tersebut berjalan dengan baik.
“Ini program strategis nasional. Kalau sukses, saudara akan diapresiasi. Tapi kalau gagal karena kelalaian, tentu ada konsekuensi hukum,” tegasnya.
Sebagai bentuk dukungan konkret, Gubernur menyatakan Pemprov Sulbar siap memanfaatkan aset-aset pemerintah provinsi untuk pembangunan kantor dan gerai Koperasi Merah Putih di kabupaten-kabupaten.
“Itu bukti bahwa saya memberi dukungan penuh terhadap pengembangan Koperasi Merah Putih di seluruh Sulawesi Barat,” pungkas Suhardi Duka.
- Penulis: mekora.id


Saluran Whatsapp
Google News

Saat ini belum ada komentar