Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » HOME » ADVERTORIAL » Nama Wagub Sulbar Diabadikan di Lapangan Bola Usai Bantu Warga Bebas dari Kasus Jeratan Perusahaan Sawit

Nama Wagub Sulbar Diabadikan di Lapangan Bola Usai Bantu Warga Bebas dari Kasus Jeratan Perusahaan Sawit

  • account_circle mekora.id
  • calendar_month Minggu, 29 Jun 2025
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PASANGKAYU, Mekora.id – Nama Wakil Gubernur (Wagub) Sulawesi Barat (Sulbar), Salim S Mengga, diabadikan menjadi nama sebuah lapangan sepakbola di Desa Jengan Raya Pasangkayu. Menurut warga hal itu sebagai penghargaan atas perannya dalam penyelesaian kasus sengketa tanah antara warga dan sebuah perusahaan sawit.

Persoalan hukum yang menimpa masyarakat tersebut kini telah resmi dihentikan penyelidikannya oleh aparat kepolisian. Berdasarkan Surat Pemberitahuan Penghentian Penyelidikan (SP2HP), tercantum Surat Perintah Penghentian Penyelidikan Nomor: SP2Lid/Y2/VI/RES.1.24/2025/Ditreskrimum tertanggal 20 Juni 2025.

Langkah ini dinilai sebagai buah dari upaya nyata Pemprov Sulbar di bawah kepemimpinan Gubernur Suhardi Duka dan Wakil Gubernur Salim S Mengga (SDK-JSM) yang aktif dalam menangani konflik lahan antara warga dan sejumlah perusahaan di wilayah tersebut.

Warga: “Jika Bukan Puang Sayye, Belum Selesai

Kepala Desa Jengan Raya, Abdul Rahim, menyatakan bahwa keterlibatan langsung Wakil Gubernur Sulbar menjadi kunci penyelesaian kasus yang selama ini menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

“Seandainya bukan Puang Sayye Salim Mengga turun langsung, masalah ini belum selesai,” ungkap Abdul Rahim.

Ia menambahkan, selama bertahun-tahun, masyarakat hidup dalam kecemasan akibat laporan dari pihak perusahaan sawit, hingga akhirnya mereka kini bisa bernafas lega usai penghentian penyelidikan diumumkan.

Lapangan Sepak Bola Dinamai “Salim Mengga Bulu-Bulu

Sebagai bentuk penghormatan dan rasa terima kasih mendalam, masyarakat bersama pemerintah desa memutuskan memberi nama Lapangan Sepak Bola di Desa Jengan Raya dengan nama Wagub Sulbar “Lapangan Sepak Bola Salim Mengga Bulu-Bulu.”

“Kenapa kami beri nama Salim Mengga Bulu-Bulu? Karena saya padukan nama kampung kelahiran saya di Dusun Bulu-Bulu, Desa Rumpa, dan nama beliau sebagai penghormatan,” jelas Abdul Rahim.

  • Penulis: mekora.id

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pasar Murah Sulbar

    Jelang Idul Adha, Pemprov Sulbar Gelar Pasar Murah untuk Stabilkan Harga Pangan

    • calendar_month Rabu, 28 Mei 2025
    • account_circle mekora.id
    • visibility 20
    • 0Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) melalui Dinas Ketahanan Pangan menggelar Gerakan Pasar Murah (GPM) selama dua hari, Selasa–Rabu (27–28 Mei 2025), sebagai langkah strategis untuk menstabilkan harga komoditas pangan jelang Hari Raya Idul Adha. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari arahan Gubernur Sulbar, Suhardi Duka dan Wakil Gubernur Salim S. Mengga, yang […]

  • Distribusi surat suara di Mamuju

    KPU Mamuju Mulai Distribusi Surat Suara ke TPS, 7620 Dikirim ke Balabalakang

    • calendar_month Sabtu, 10 Feb 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 16
    • 1Komentar

    MAMUJU, mekora.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Mamuju mulai mendistribusikan surat suara ke Kecamatan Balabalakang, Jumat (09/02/2024). Distribusi itu merupakan yang perdana untuk wilayah terluar Kabupaten Mamuju, yang diberangkatkan dari pelabuhan TPI Mamuju, menggunakan kapal motor. Ketua KPU Mamuju, Indo Upe’ mengatakan, suara suara tersebut berjumlah 7.620 ditambah 2 persen yang dikemas dalam 55 kotak dan masing-masing […]

  • Ayah tiri di Kalukku

    Bejat, Pria di Kalukku Cabuli Anak Tiri Berujung Melahirkan

    • calendar_month Kamis, 7 Mar 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 22
    • 0Komentar

    MAMUJU, mekora.id – Seorang ayah tiri di Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju, berinisial M di tangkap polisi setelah dilaporkan mencabuli anak tirinya yang masih berumur 17 tahun. Kapolsek Kalukku, Iptu Makmur mengatakan, hal itu pelaku ditangkap setelah dilaporkan warga setempat. Korban pun kini telag melahirkan, akibat perbuatan sang ayah tiri yang mencabuli korban berulang kali. Dari […]

  • Jalan rusak di Kalumpang

    Nasib Memprihatinkan Jalan di Kalumpang, Bertahun-tahun Rusak Bagaikan Kubangan Kerbau

    • calendar_month Minggu, 9 Jun 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 67
    • 54Komentar

    MAMUJU, mekora.id – Akses jalan penghubung di Kecamatan Kalumpang, Kabupaten Mamuju, dikeluhkan warga, pasalnya jalan tersebut rusak berat, bagaikan kubangan kerbau yang penuh lumpur. Salah satu warga yang melewali jalur itu, Yoyoda mengatakan, saat musim penghujang tiba, warga terpaksa bermalam untuk menunggu jalan kering. Hal itu dikarenakan akses jalan di Kecamatan Kalumpang itu rusak berat […]

  • Pj Gubernur Sulbar lepas ribuan Kepiting

    Pj Gubernur Sulbar Lepas Ribuan Bibit Kepiting di Hutan Mangrove Mamuju

    • calendar_month Jumat, 16 Agt 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 26
    • 1Komentar

    MAMUJU, mekora.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) melalui Penjabat (Pj) Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar), Bahtiar Baharuddin, menebar ribuan bibit kepiting bakau di hutan Mangrove di Mamuju, pada, Jumat, (16/8/2024). Menurut Pj Gubernur Bahtiar, penyebaran ribuan bibit kepiting itu dimaksudkan untuk mendukung ekonomi biru dan menyambut HUT RI ke-79 tahun. Kepiting-kepiting itu pun dibeli dari Kabupaten Bone […]

  • Warga Kalukku Usir alatb berat tambang pasir

    Warga Usir Alat Berat Milik Tambang Pasir di Kalukku, Pertanyakan Keberpihakan Pemerintah

    • calendar_month Rabu, 16 Apr 2025
    • account_circle mekora.id
    • visibility 35
    • 0Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Ratusan warga dari Kalukku Barat dan Desa Beru-Beru, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, mengusir paksa alat berat jenis excavator milik perusahaan tambang PT. Jaya Pasir Andalan yang hendak masuk ke muara Sungai Kalukku pada Rabu (16/4/2025). Aksi spontan tersebut merupakan bentuk penolakan warga terhadap rencana penambangan pasir yang dinilai membahayakan lingkungan […]

expand_less