MAMUJU, Mekora.id — Buruknya infrastruktur jalan di pedalaman Kecamatan Kalumpang, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, kembali berdampak pada keselamatan warga. Seorang warga Desa Lasa bernama Mince (25) terpaksa dievakuasi dengan cara ditandu sejauh 30 kilometer untuk mendapatkan layanan kesehatan akibat tidak tersedianya akses jalan yang layak.
Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (1/1/2026), warga sejak siang hingga malam hari terus menandu pasien itu. Dalam kondisi hujan deras, warga secara bergotong royong menandu Mince melewati medan ekstrem berupa jalan berbatu, licin, berlumpur, serta jalur pegunungan yang curam.
Setelah menempuh perjalanan berjam-jam, Mince akhirnya tiba di Puskesmas Batuisi, Desa Karataun, sekitar pukul 19.20 WITA. Mengingat kondisinya membutuhkan penanganan lebih lanjut, Mince kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Mitra Manakarra di Kota Mamuju pada keesokan harinya.
Salah seorang warga yang ikut dalam proses evakuasi, Mijal, mengungkapkan beratnya perjuangan warga saat menandu pasien. Ia menyebut perjalanan dimulai dari Dusun Mapo, Desa Siraun, dengan hujan yang terus mengguyur sepanjang perjalanan.
“Berjam-jam kami kehujanan, menggotong sampai ke Puskesmas Batuisi tanpa sempat beristirahat karena hujan tidak berhenti,” ujar Mijal saat diwawancarai Mekora.id, Jumat (2/1/2026) pagi.
Menurut Mijal, peristiwa serupa bukan kali pertama terjadi di Desa Lasa. Setiap kali ada warga yang sakit parah, akses satu-satunya menuju layanan kesehatan hanyalah dengan cara ditandu akibat buruknya kondisi jalan.
“Kejadian seperti ini terus berulang karena kondisi jalan yang memang sangat buruk,” katanya.
Ia berharap peristiwa tersebut menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Mamuju maupun Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat. Pembangunan infrastruktur dasar, khususnya jalan dan jembatan penghubung antar desa di Kalumpang, dinilai mendesak demi menjamin keselamatan serta akses layanan dasar bagi masyarakat.
“Kami sangat berharap pembangunan jalan dan jembatan yang menghubungkan Desa Lasa, Desa Siraun, dan Desa Salumakki dapat menjadi prioritas. Akses kendaraan roda empat sangat dibutuhkan agar kejadian seperti ini tidak terus terulang,” tegas Mijal.











