Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » DAERAH » Begini Alasan PDAM Mamuju Upah Karyawan Dibawah UMK

Begini Alasan PDAM Mamuju Upah Karyawan Dibawah UMK

  • account_circle mekora.id
  • calendar_month Jumat, 17 Mei 2024
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MAMUJU, mekora.id – Pelaksana tugas (Plt) Direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Manakarra Mamuju, Jauharia Andi Syafruddin buka suara terkait upah minimum yang diberlakukan pada karyawan. Pada, Kamis (16/5/2024) kemarin.

Hal itu menyusul, PDAM Mamuju di demo oleh karyawannya yang menuntut upah layak. Pekerja yang melakukan unjuk rasa bersama sejumlah mahasiswa, menilai Perusahaan Daerah (Perusda) itu telah melakukan eksploitasi tenaga kerja dengan upah yang tidak layak.

Menurut Muh. Dadang, selama bekerja lima tahun di PDAM Mamuju, dia hanya memperoleh upah Rp 800 ribu perbulan. Padahal kata dia, beban kerja yang diperoleh cukup berat.

Mengenai itu, Plt Direktur PDAM Tirta Manakarra, Jauharia Andi Syafruddin mengatakan, jika pengupahan tersebut sebelumnya telah dimuat dalam kontrak kerja sesuai kemampuan perusahaan. Dia juga menyebut hal itu juga diperkuat oleh Perbup Nomor 14 Tahun 2013 tentang PDAM Tirta Manakarra, Pasal 35.

Kata Jauharia, upah karyawan PDAM Mamuju saat ini dibagi dalam beberapa kategori, yakni untuk PPT Rp 500 ribu, kontrak SMA Rp 800 ribu, dan S1 Rp 900 ribu. Sementara pegawai tetap diatas UMK. Kata dia, PDAM belum mampu melakukan penggajian UMK sehingga dilakukan penyesuaian itu.

“Mengenai penggajian sudah ditentukan di kontrak, sesuai kemampuan perusahaan. Tetap mengacu pada UMP tetapi ada dibawa mengatakan sesuai kemampuan perusahaan,” kata

Padahal jumlah karyawan yang berstatus PTT dan kontrak di PDAM Mamuju kata Jauharia berkisar 10 orang. Namun begitu, dia enggan mendetailkan jumlahnya saat ditanya wartawan.

  • Penulis: mekora.id

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPR RI Sulbar

    Panasnya Kursi DPR RI di Sulbar, Golkar dan Gerindra Terjungkal

    • calendar_month Minggu, 10 Mar 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 2
    • 1Komentar

    MAMUJU, mekora .id – Perebutan kursi DPR RI daerah pemilihan (Dapil) Sulawesi Barat (Sulbar) untuk Pemilihan Umum (Pemilu) 2024, mengundang banyak perhatian publik khususnya di tanah malaqbi. Pasalnya pentolan dan tokoh politik di masing-masing wilayah maju dan bersaing memperebutkan empat kursi di senayan. Belum lagi peta calon legislatif dari para mantan Bupati dua periode tersebar […]

  • Sekda Tutup MTQ ke-XVI Bontang Barat, Kelurahan Belimbing Raih Juara Umum

    • calendar_month Kamis, 11 Sep 2025
    • account_circle zul
    • visibility 5
    • 0Komentar

    Mekora.id – Sekretaris Daerah Kota Bontang, Aji Erlynawati, mewakili Wali Kota Bontang menutup secara resmi Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-XVI Tingkat Kecamatan Bontang Barat Tahun 2025 pada Kamis sore (11/9/2025). Penutupan berlangsung di Balai Pertemuan Umum (BPU) Kantor Kecamatan Bontang Barat dengan penuh khidmat. Hadir dalam kesempatan itu Kepala Dinas Kominfo Kota Bontang Anwar Sadat, […]

  • Rapat Sekretariat DPRD Sulbar

    Sekretariat DPRD Sulbar Gelar Rapat Evaluasi SPBE 2023 dan Renja 2024

    • calendar_month Kamis, 11 Jan 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 5
    • 0Komentar

    MAMUJU, mekora.id – Sekretariat DPRD Sulbar melaksanakan Rapat Evaluasi Tim SPBE Tahun 2023 dan rencana kerja Tahun 2024. Kamis, (11/01/2024). Rapat ini dipimping oleh Kabag Persidangan Sekretariat DPRD Sulbar Musra Awaluddin serta dihadiri oleh Analisis Hukum Ahli Muda Sahring Salatung dan perisalah legisltaif Ahli Muda Abd. Rauf, S.Ip. Pada rapat itu Kepala Bagian Persidangan menekankan […]

  • Warga Kopeang Mamuju ditandu

    Pilu! Pasien di Kopeang Mamuju Ditandu 8 Jam, Warga Hadapi Jalan Rusak dan Sungai Deras

    • calendar_month Senin, 3 Nov 2025
    • account_circle mekora.id
    • visibility 0
    • 0Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Nasib pilu kembali dialami warga di Desa Kopeang, Kecamatan Tapalang, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat. Seorang warga bernama Naharuddin (50) terpaksa ditandu sejauh 21 kilometer menuju puskesmas terdekat akibat akses jalan rusak parah dan terisolasi. Menurut keterangan warga setempat, Rifaldi, peristiwa itu terjadi pada Jumat dini hari (31/10/2025). Naharuddin mengalami pendarahan hebat pada […]

  • Sentra Gakkumdu Mamuju

    Dinilai Tidak Cukup Bukti, Gakkumdu Hentikan Perkara TKD Prabowo-Gibran di Mamuju

    • calendar_month Selasa, 23 Jan 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 4
    • 0Komentar

    MAMUJU, mekora.id – Sentra Gakkumdu kabupaten Mamuju, resmi menghentikan penyidikan perkara dugaan pelanggaran pidana yang melibatkan Tim Kampanye Daerah (TKD) Prabowo-Gobran di Pulau Karampuang. Penyidik Gakkumdu, Kasat Reskrim Polresta Mamuju, Kompol Jamaluddin mengatakan, penghentian perkara itu lantaran tidak ditemukannya cukup bukti, sesuai dengan Penjelasannya pasal 521 juncto pasal 280 ayat 28h Undang-undang nomor 7 tahun […]

  • Pria di Mamuju loncat ke Sungai

    Diduga Mabuk, Pria Ngamuk di Jl. Tuna Mamuju Lari dan Lompat ke Sungai saat Polisi Datang

    • calendar_month Senin, 6 Okt 2025
    • account_circle mekora.id
    • visibility 4
    • 0Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Aksi seorang pria bernama Darwin (35) menggegerkan warga di Jalan Tuna (Andi Dai), Kabupaten Mamuju, pada Senin (6/10/2025) dini hari. Dengan sebilah parang di tangan, Darwin dikabarkan mengamuk dan mengejar warga di sekitar lokasi. Warga yang panik langsung melapor ke pihak kepolisian. Tak lama berselang, personel Polresta Mamuju tiba di tempat kejadian. […]

expand_less
Exit mobile version